Kamis, 17 April 2008

JENIS KRITIK SENI

JENIS KRITIK SENI


Berdasarkan jenisnya kritik seni dapat dijabarkan dalam 3 jenis, dimana penggunaan ke tiga jenis tersebut tidak sama porsinya dalam realitas para pengkritik menggunakannya. Seorang kritikus, mungkin lebih banyak menggunakan dua jenis saja, begitu juga kalangan masyarakat pencinta seni atau para pengamat seni, walaupun dalam taraf pemula.Karena ke tiga jenis kritik seni tersebut ada diantaranya yang kurang bisa dipetik makna yang lebih luas namun dia tetap saja merupakan jenis dari kritik.

Adapun ke tiga jenis kritik seni tersebut adalah : 1} Kritik bahasa sikap, 2} Kritik bahasa lisan dan 3} kritik bahasa tulisan. ketiga jenis ini dalam setiap event pergelaran seni atau pameran seni , artinya baik pada bentuk seni pertunjukan maupun pada seni rupa dan seni sastra, seperti sastra lisan, ketiga jenis kritik seni ini bisa muncul secara bersamaan.

Menarik dalam hal ini, seperti dalam seni pertunjukan, dimana ada saja penonton yang kurang berkenan dengan pertunjukan yang sedang disaksikannya, efek dari rasa ketidak senangan itu terkadang dilakukan dengan sikap , seperti berteriak, tepuk tangan, mondar mandir, dan bersiul atau melakukan kegiatan yang bikin heboh atau berisik, denagn tujuan seperti protes atas ketidak sukaan dia dengan pertunjukan tersebut. Kegiatan seperti tersebut dinamakan dengan kritik bahasa sikap.

Sementara kritik seni dalam bahasa lisan sudah barang tentu disampaikan dengan menggunakan retorika, walaupun nantinya penyampaiannya terstruktur atau tidak. Bahkan apakah mendalam atau dangkal, itu semua tergantung kepada kemampuan dia mengkritik. Namun tidak semua pengkritik disebut oleh masyarakat seni sebagai kritikus seni. Biasanya kritik bahasa lisan susah untuk direview atau diulang mengulasnya, namun dia bisa diulang mengulasnya apabila pihak penyelenggara sebuah kegiatan pementasan yang menghadirkan kritikus harus merekam setiap pembicaraan dengan audio atau audio visual, sebagai dokumentasi. Dengan tujuan agar dapat dipertanggung jawabkan, sehingga diskusi atau penyampaian kritik tersebut dapat diulang untuk pedoman bagi orang atau seniman yang dikritik.

Pada sisi lain, kritik tulisan adalah jenis kritik seni yang paling dapt dipertanggung jawabkan, karena dia terdokumentasi dengan jelas, bisa dibasa dan dikupas berulang-ulang. Sehingga kritik tulisan bisa menjadi teori atau pedoman bagi seorang kreator seni yang dikritik untuk membenahi diri dan karyanya pada masa selanjutnya. Ada kalanya seorang kritikus seni hanya bisa berretorika, namun tidak bisa menulis, sebaliknya begitu ada yang mampu menulis namun kurang mampu untuk berbicara.

Struktur Kritik seni jenis tulisan sangat menentukan kualitas karya kritiknya. adapun struktur yang ideal adalah: 1} introduksi, 2} deskripsi, 3} analisis, 4} interpretasi, 5} solusi dan 6} penutup atau simpulan.Struktur tersebut adalah struktur ideal dari tulisan seorang kritikus seni. Tulisan jangan menganalisa bagian - bagian yang lemah saja tapi analisalah secara objektif dan komprehensif { menyeluruh}, artinya sisi positif dan membangun perlu diungkap sebagai motifasi orang yang berada dalam posisi dikritik, inilah karya kritik seni yang objektif.

Tidak ada komentar: